![]() |
| Toto Wolff. (Foto: Istimewa) |
PACITANTERKINI.ID - Mercedes menghadapi tantangan besar di tengah persaingan Formula 1 2026. Meski dikenal sebagai salah satu tim dengan sumber daya finansial kuat, Toto Wolff mengakui Mercedes tidak bisa mengembangkan mobil W17 dengan kecepatan yang sama seperti sejumlah rival.
Pernyataan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan. Mercedes memiliki dukungan sponsor besar dan termasuk salah satu kekuatan utama di Formula 1. Namun, persoalan yang dimaksud bukan sekadar jumlah uang yang dimiliki tim.
Tantangan utama Mercedes datang dari aturan batas anggaran atau cost cap, yang membatasi cara setiap tim membelanjakan sumber daya untuk pengembangan mobil.
Cost cap membuat Mercedes harus memilih prioritas
Aturan batas anggaran yang diterapkan Formula 1 sejak 2021 bertujuan memperkecil kesenjangan antara tim besar dan tim dengan sumber daya lebih terbatas.
Karena itu, setiap pengeluaran harus diperhitungkan secara cermat. Mercedes tidak bisa begitu saja menggunakan dana tambahan untuk membuat dan memasang komponen baru setiap kali menemukan peningkatan performa.
Wakil Toto Wolff, Bradley Lord, menjelaskan bahwa kondisi tersebut sebenarnya dihadapi seluruh tim Formula 1.
"Ini adalah kenyataan yang dihadapi setiap tim di bawah aturan batas anggaran," ujar Bradley Lord.
Ia menjelaskan bahwa organisasi Formula 1 harus membagi sumber daya antara jumlah personel, biaya gaji, serta kebutuhan produksi komponen mobil.
"Mereka harus mempertimbangkan seberapa banyak komponen mobil saat ini yang diproduksi tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, berapa banyak suku cadang cadangan yang perlu dibuat, serta berapa banyak persediaan yang harus disimpan di pabrik maupun bersama tim balap."
Menemukan peningkatan belum tentu langsung membuat komponen baru
Mercedes disebut masih menemukan peluang peningkatan performa melalui pengujian dan pengembangan, termasuk dari terowongan angin.
Namun, menemukan peningkatan secara virtual tidak berarti komponen baru tersebut langsung diproduksi.
"Setiap tim berusaha menemukan keseimbangan yang paling optimal," lanjut Lord.
"Kami masih menemukan peningkatan performa melalui terowongan angin, tetapi tantangannya adalah menentukan kapan peningkatan virtual tersebut harus diwujudkan menjadi komponen nyata."
Salah satu contoh yang digunakan adalah pengembangan bagian lantai mobil atau floor.
"Misalnya pada bagian lantai mobil (floor), apakah Anda harus langsung membuat komponen baru begitu menemukan peningkatan performa, atau menyelaraskan pengembangan tersebut dengan saat lantai baru memang dibutuhkan untuk menyelesaikan musim? Menemukan efisiensi seperti itulah seni di balik ilmu pengetahuan," jelasnya.
Keputusan seperti itu menjadi semakin penting karena setiap komponen baru membutuhkan biaya produksi dan akan memengaruhi alokasi anggaran tim secara keseluruhan.
Mercedes sebagai pemimpin memiliki strategi berbeda
Lord menilai strategi pengembangan sebuah tim juga sangat bergantung pada posisi mereka dalam persaingan.
Tim yang sedang memburu pemimpin klasemen kemungkinan memiliki pendekatan berbeda dibandingkan tim yang berada di posisi terdepan.
"Tim yang berada dalam mode mengejar mungkin akan mengambil keputusan yang berbeda dibandingkan tim yang sedang memimpin," katanya.
Menurutnya, sebuah tim rival belum tentu memiliki peningkatan performa jauh lebih besar. Mereka bisa saja membagi pengembangan ke dalam sejumlah pembaruan kecil yang diperkenalkan secara lebih rutin.
"Ketika kami memasuki balapan di Meksiko, Brasil, dan Las Vegas, bukan berarti tim lain pasti telah menambahkan total performa yang lebih besar. Mereka mungkin hanya merilis peningkatan tersebut dalam langkah-langkah yang lebih kecil tetapi lebih sering."
Dana Mercedes juga harus dibagi untuk mobil musim berikutnya
Persoalan pengembangan tidak berhenti pada mobil yang digunakan saat ini.
Mercedes juga harus mulai memikirkan proyek mobil untuk musim berikutnya, termasuk penggunaan terowongan angin, pekerjaan desain, serta pembagian sumber daya manusia.
"Benar sekali," jawab Lord ketika membahas adanya tumpang tindih anggaran antara satu musim dan musim berikutnya.
"Anda juga harus mempertimbangkan tahun depan: kapan terowongan angin mulai dialihkan untuk proyek berikutnya, kapan departemen desain mulai fokus pada mobil berikutnya, dan bagaimana sumber daya dibagi."
"Kami masih memiliki setengah musim balapan yang harus dijalani, tetapi pada saat yang sama kami sudah hampir mencapai tiga perempat perjalanan dalam kalender tahun ini," jelasnya.
Situasi tersebut membuat Mercedes harus menyeimbangkan kepentingan jangka pendek dan jangka panjang.
Andrew Shovlin jelaskan perubahan besar sejak adanya cost cap
Direktur Teknik Trek Mercedes, Andrew Shovlin, mengatakan pengelolaan anggaran menjadi jauh lebih rumit setelah aturan cost cap diterapkan.
Menurut Shovlin, sebelumnya sebuah tim dapat mengalokasikan dana khusus untuk satu proyek mobil.
"Beberapa tahun lalu, sebuah tim bisa mengalokasikan sejumlah anggaran khusus untuk satu mobil," kata Shovlin.
"Pekerjaan konsep untuk musim berikutnya mungkin dimulai setelah mobil saat ini diluncurkan, kemudian berlanjut sepanjang tahun sebelum mobil tersebut digunakan untuk balapan pada musim berikutnya."
Namun, kondisi kini berubah karena satu anggaran tahunan harus membiayai sejumlah kebutuhan sekaligus.
"Di bawah aturan batas anggaran, anggaran tahunan yang sama harus membiayai mobil yang sedang digunakan untuk balapan, pengembangannya selama musim berjalan, sekaligus mobil yang akan digunakan setelahnya. Menjelang akhir tahun, kami juga mulai memproduksi komponen untuk mobil berikutnya. Selalu ada tarik-menarik antara berbagai kebutuhan tersebut."
Mercedes tidak ingin mengorbankan masa depan demi pembaruan sesaat
Shovlin kemudian menyinggung strategi Mercedes setelah McLaren terlihat melakukan pengembangan lebih agresif sepanjang akhir pekan Grand Prix Belanda.
Menurutnya, Mercedes sebenarnya dapat mengambil langkah berbeda apabila merasa kejuaraan benar-benar bergantung pada pembaruan tertentu.
"Jika kami percaya bahwa kejuaraan ini bergantung pada kehadiran pembaruan di Zandvoort, kami mungkin akan menemukan cara untuk mewujudkannya," jelasnya.
Namun, posisi Mercedes sebagai tim yang berada di depan membuat mereka dapat mengambil keputusan yang lebih terukur.
"Kami berada dalam posisi yang sangat menguntungkan karena memimpin. Karena itu, masuk akal bagi kami untuk tidak memasang sebanyak mungkin komponen baru pada mobil saat ini dibandingkan para kompetitor yang sedang mengejar. Kami harus tetap kompetitif tahun ini, sekaligus memikirkan kejuaraan berikutnya."
"Berada di posisi terdepan memungkinkan kami untuk berpikir sedikit lebih jauh ke depan. Kami telah mengambil keputusan yang diperhitungkan mengenai jalur paling efisien dari sisi biaya untuk mencapai akhir musim. Namun, setelah setiap balapan, kami mengevaluasi kembali apakah yang kami lakukan sudah cukup, apakah kami membawa cukup banyak pengembangan, dan apakah ada sesuatu yang bisa dipercepat."
Operasional menjadi senjata Mercedes saat persaingan semakin ketat
Selain pengembangan mobil W17, Mercedes juga menaruh perhatian besar pada kualitas operasional tim.
Lord menilai aspek seperti pit stop, start balapan, serta kemampuan memaksimalkan potensi mobil akan menjadi semakin penting ketika jarak performa antar tim semakin tipis.
"Ketika margin semakin kecil, keunggulan dalam operasional menjadi jauh lebih penting," ujarnya.
"Kami harus mengeluarkan seluruh potensi dari mobil, memberikan performa pit stop yang konsisten dan kuat, serta terus membangun kemajuan yang telah kami capai dalam hal start balapan. Kini kami mulai mendapatkan posisi, bukan lagi kehilangan posisi saat start."
Menurut Lord, hasil di Zandvoort memberikan sejumlah sinyal positif bagi Mercedes meski masih terdapat pertanyaan mengenai tingkat performa mobil.
"Itulah mengapa Zandvoort memberikan banyak hal positif meskipun masih ada pertanyaan mengenai performa. Kedua pembalap memberikan hasil yang baik, bekerja sama, dan mendapatkan dukungan dari eksekusi kuat tim di lintasan maupun organisasi secara keseluruhan."
"Setelah beberapa akhir pekan sebelumnya ketika kami tidak berhasil membawa kedua mobil finis di posisi yang seharusnya bisa mereka raih, hasil tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti," pungkasnya.
Bagi Mercedes, tantangan Formula 1 2026 bukan sekadar membuat W17 semakin cepat. Tim harus menentukan kapan pembaruan perlu diperkenalkan, berapa banyak komponen yang harus diproduksi, serta bagaimana anggaran dibagi antara persaingan musim berjalan dan persiapan masa depan.
Dalam era cost cap, keunggulan finansial saja tidak lagi cukup. Kemampuan memilih waktu dan arah pengembangan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan siapa yang mampu tetap berada di depan hingga akhir musim.***
.jpeg)
